Archive for December, 2007

Wish u all the best

Monday, December 31st, 2007

Satu jam lagi tahun baru ya?

Sampe detik ini aku belum bikin resolusi buat 2008. Kalo
nanti ga sempet besok aja deh pas tahun baru hijriah. Bentar lagi ini.
Kuputuskan juga mengundur target novelku sampe hari terakhir di tahun 1428 H
dan insyaAllah jadi sebelum tahun baru. Ya, sama2 tahun baru apa salahnya,
bahkan harusnya kita lebih bangga dengan tahun baru hijriah ini, deshou, siapa
tahu ada yang mau hijrah juga.

Singkat saja, hari ini ingin memberi kesimpulan dari
pertanyaan2, uneg2, dan gelisah2ku yang dulu.

Kalo semua orang nurut dan taat, maka ga ada lagi kerjaan
dakwah.

Justru berterima kasihlah kepada mereka karena kita jadi
punya peluang dakwah, bisa belajar utk lebih tangguh, belajar tips2 jadi orang yang
berpengaruh dan bisa menyentuh hati, jadi ada kesempatan mengumpulkan pahala, dan hidup ini jadi penuh
warna.
Tugas kita hanya berusaha menyeru dan berdoa.

Anyway, tetap saja, hari ini kudoakan agar di tahun baru
nanti, yang belum suka ngaji jadi suka ngaji (apalagi ngaji di Jepang asyik
banget karena isinya makan2 makanan enak dan halal plus belajar masak), yang punya cita2 bisa tercapai,
yang sudah mantap menikah bisa segera dipertemukan dgn jodohnya (aku ndoain
kamu, mbak!), yang niat naik haji bisa kesampaian di tahun ini, semua-semua aja wish u all the
best deh.

Hari libur menulis novel dan semoga kali ini bisa tidur
sebelum detik-detik ini menembus garis finish 2007.

Demi Masa

Saturday, December 29th, 2007

Sebelum tidur, aku hanya ingin menulis pengalaman hari ini.
Kemarin ding, karena tanggalannya kini sudah ganti hari J. Sudah pagi lagi..

Hari ini ku datang ke acara silaturahim keluarga muslim
Jepang. Yang dimaksud di sini adalah keluarga yang suami atau istrinya adalah
orang Jepang dan pasangannya adalah orang

Indonesia

,
ada juga yang bukan

Indonesia

jin ding.

Aku terlambat lagi hari ini. Kesiangan…, ya secara tidak
tidur malem, makanya niatku untuk Cuma buat tidur sejam dua jam pengganti tidur
malem ternyata tidak sesuai harapan. *Ditulis buat pelajaran!! Jangan tidur di
pagi hari, karena itu waktunya malaikat membagikan barakah dan rizki. Yang
tidur enggak kebagian!* Lucu juga menyadari klo sejak di Jepang jadi ikutan
suka lari2an di eki gara2 telat. Kebiasaan telatku kok ga ilang2 ya???

Kembali ke acara silaturahim, karena acaranya menyangkut

Indonesia

,
maka enggak aneh kalo di jalan bakalan ketemu orang yang sebangsa dan setanah
air denganku. Cerita aja, temen senegaraku yang kutemui itu sempat dipelototin
sama kakek2 Jepang. Beberapa kepala lain juga ikut nengok, semua mata menatap
ke arahnya dengan tatapan gimana.. gitu, hanya lantaran beliaunya belum bayar
bis waktu naik. Bagiku bukan kesalahan, mungkin beliaunya

kan

enggak tahu system bis itu, Di Jepang

kan

ada bis yg bayar di depan, ada yang bayar di belakang. Tapi bagi orang Jepang itu
adalah kesalahan!! Orang Jepang tidak suka orang berbuat salah atau berbuat
yang tidak sepantasnya! Kalau ingin berbuat salah di depan orang Jepang
–terutama orang tua, maka siap2lah mendapat tatapan tajam mereka. Aku juga
pernah waktu nyebrang jalan sembarangan dipelototin lama sama nenek2 sepanjang
perjalanan. Ga enak banget deh.

 

Setelah makan siang, ada kajian dari ustadz. Nihon jin.
Masuk islam 20 tahun yang lalu. Mengenal Islam di Malaysia, belajar keras ttg
Islam, lalu kuliah di Madinah 4 tahun buat belajar Islam. Subhanallah…

Beliau berkisah ttg QS Al ‘Ashr. Demi Masa…

Ah, pas banget sama ketelatanku hari ini. Dulu, waktu aku
terlambat dateng rapat PH FLP (terlambat lagi, ga di Jepang, ga di

Indonesia

–eh, insyaAllah tahun 2008 ga telatan lagi…, amin), yang mimpin rapat langsung
request biar yang tilawah bacanya

surat

Al ‘Ashr! Demi masa, maka kita harus memanfaatkan 5 perkara sebelum

lima

perkara yang lain.

  1. Sehat
         sebelum sakit

Sehat itu subhanallah ya.., klo
sakit kita ga bisa ngapa2in. Makanya pas sehat kita harus banyak beramal kali
ya.., siapa tahu tiba-tiba sakit, terus meninggal tanpa punya amal. Juga klo
lagi banyak kerjaan yg harus dikumpulin, tiba2 sakit, jadi ga bisa ngumpulin.

  1. Muda
         sebelum tua

Masa muda itu masa jaya2nya,
banyak energi, banyak kesempatan, dll. Inget lagi pesen umi yang lain, sebelum
nikah (baca: tua) harus banyak ilmu dulu di masa mudanya. Mau dididik jadi apa
anaknya nanti klo ortunya ga punya ilmu. Makanya klo belum merasa punya banyak
ilmu, enggak usah buru2 pingin nikah. Nikah bukan hal mudah, dan butuh banyak
persiapan. Termasuk pesan abi, kalo mau baca buku cara mendidik anak itu
bacanya waktu belum nikah, jadi klo dah punya anak sudah ‘master’ dalam
mendidik anak. Loh, kok malah ngomongin pernikahan sih! –kenapa? Karena menulis
bagiku adalah menasihati diri sendiri!-

  1. Kaya
         sebelum miskin

Harus banyak infak sebelum ga
punya apa2 buat diinfakin.

  1. Lapang
         sebelum sempit

Inget pesen umi juga, “Ga ada
istilah males2an, klo ga ada kerjaan, inget masih ada Al Qur’an 30 juz yang
belum dihafal..” *oww..oww ..oww*

  1. Hidup
         sebelum mati

Apakah kamu mengira bahwa tidak
akan ada pertanggungjawaban setelah jiwa ini bercerai dengan jasad? Hidup Cuma
sehari atau bahkan setengah hari. Klo bisa memaknai dan berbuat yang terbaik,
akan ada kebahagiaan yang panjaaaang sekali.

 

Aku sadar sekarang aku hidup di
dunia nyata dengan orang2 yang beraneka ragam pikiran, polah, keyakinan dll.
Suatu hal baru yang dulunya aku hanya hidup di lingkungan yang orang2nya ga
jauh beda denganku. Semua begitu mudah menurut –aku termasuk bandel-, semuanya
begitu getol berlomba melakukan kebaikan, semuanya saling mengingatkan,
semuanya sepertinya tak punya pikiran buat berbuat ketidaktaatan di jalan
Allah. Semuanya terasa begitu damai. Baru di

sana

aku punya pengalaman, satu usulan untuk mencari celah2 kebaikan yang bisa kita
jadikan sarana ibadah besoknya langsung diterjemahkan dengan berlomba
menyeterikakan baju temannya yang buru2 mau berangkat ke kampus dan berlomba2
ngasi tebengan gratis, aman, dan dijamin tidak terlambat. Subhanallah..Bener2
tenang, nyaman, damai. Melabuh damai dalam rengkuhan ridhoNya, sesuai dengan
slogan DS.

Menurut analisaku, bisa jadi ini
karena janji Allah, rumah yang di dalamnya banyak dibacakan Al Quran akan ada
banyak ketenangan. Teman2 yang tinggal bersamaku banyak yang sehari pasti
selesai satu juz, yang lebih pasti juga ada. Subhanallah..

Trus karena ada banyak kajian,
ketenangan juga diturunkan. “Barangsiapa yang berkumpul untuk zikrullah, maka
malaikat akan membentangkan sayapnya di antara mereka dan ketenanganpun
diturunkan pada hati2 mereka.”

Klo kata abi, hatinya yg terus
diisi dengan ilmu akan jadi lembut dan mudah menerima ajakan kebaikan. Kami
dengar dan kami taat. Enggak perlu banyak bertanya, karena kebanyakan orang
yang banyak bertanya malah merugikan dirinya sendiri. Klo Allah yang nyiptain
kita, pasti nyuruhnya kea rah kebaikan. Seperti pencipta televise, dia nyiapin
buku petunjuk apa2 yg kiranya bikin tv itu berfungsi maksimal. Kita pun nurut2
aja baca keterangannya. Enggak pernah bertanya, kenapa kacanya enggak boleh
dipecahin?

Kan

bisa ketemu artis
yang di dalem TV, asyik

kan

?
Kenapa enggak boleh dibanting, dll. Yak arena yang nyiptain TV pasti tau segala
yang terbaik untuk produk ciptaannya. Begitu juga dngen pencipta kita.

Sekarang, aku enggak ada di
negeri indah itu lagi. Saat ternyata ada banyak pertanyaan2 yang ga bisa
kujawab. Kenapa harus begini, harus begitu, mengapa harus solat lima waktu,
mengapa muslim Indonesia yang ga makan babi ttp aja ga sehat dan umurnya
pendek, justru orang jepang yg makan babi sehat2 –klo di buku kuliah Jepang
Dini, Babi mengandung vitamin B- mengapa ga boleh ngliatin rambut perempuan,
kenapa berpakaian seperti itu tidak seperti ini, kenapa enggak boleh salaman,
kenapa enggak boleh pacaran, kenapa harus ini, kenapa harus itu, apa enaknya
ngaji, kenapa terlalu taat, kenapa ga mau kompromi. Banyak sekali pertanyaan
yang perlu dijawab satu persatu. Ga Cuma dari orang non muslim, tp yg muslim
juga, yang ada di dekat kita.

“Kamu

kan

taat, lurus2 aja. Kalo aku enggak bisa gitu..” celetuk teman.

Kenapa enggak bisa? Aku pun bukan
anak yang taat2 banget, suka bandel, suka menentang, memberontak, tp klo memang
benar, apa yang perlu diberontakkan?

“Aku orangnya ga taat, enggak
bisa suruh taat! Aku harus dapet jawaban/alasan pasti sblm mau melakukannya.”
Banyak keluhan serupa.

Abi pernah berkisah ttg filosofi
cahaya. Cahaya matahari itu menjangkau siapapun, kecuali yang berlindung di
balik tembok. Klo yang hatinya ga bisa tersentuh cahaya kebaikan, itu karena
dianya sendiri yang bersembunyi di balik tembok. Cahaya itu harus disongsong.
Keluar dari tembok dan menyambut cahaya. Aku mengandaikan, keluar rumah, kumpul
sama orang soleh, cari majelis2 yang mengingat Allah, itu adalah bentuk usaha
mencari jawaban atas pertanyaan2 itu, mencari cahaya yang dicari. Klo ga mau
melakukan itu semua tp menyalahkan bawaan lahir yang suka bebas, butuh jawaban,
dan suka tidak taat, rasanya lucu juga…

Surga itu mahal, harus dibeli
dengan harga mahal juga.

Tapi aku mungkin juga paham bahwa
itu tak mudah.

Orang bermacam2, ada yang mudah
taat dan mudah melakukannya

Ada

yang mudah menerima kebaikan tp suka males melakukannya

Ada

yang kadang2

Ada

yang ga mau denger dang a mau melakukan.

 

Aku pusing…, kali ini karena
ngantuk dan belum tidur.. Ternyata dah nulis banyak banget ya! Biarlah, karena
menulis adalah menasihati diriku sendiri…

“Ayo Yu, jadi muslimah yang
taat!!!” Gemes jg klo inget diri yang begitu sering dinasihatin ini masiiih..
juga ga bangkit dan bergerak untuk meraih jannah-Nya. Masih jauh………., tp smg Allah menghitung setiap langkah kecilku

Astaghfirullahal ‘adzim………….

Aku Gelisah

Saturday, December 29th, 2007

Sebentar lagi tahun baru, mengganti 2007 yang penuh cerita
dan warna dengan lembaran baru 2008 yang entah akan dioles oleh sapuan warna
apa saja nantinya. Atau juga berarti hari-hari musim dingin akan semakin dingin
dan dingiin.

Tapi aku bukan gelisah untuk itu –sebenarnya untuk itu juga sih,
tapi yang kutulis kali ini bukan gelisah yang itu- Januari besok seorang
sahabat akan punya sebuah event penting yang mungkin sangat penting bagi
dirinya. Tampil berkarya di khalayak setelah sekian lama berlatih, jatuh
bangun, dan memaknai kebersamaan baru yang terasa indah dengan teman-teman
seperjuangannya.

Aku hanya gelisah –ah, mungkin gelisah yang berlebihan dan
belum tentu juga itu patut digelisahkan. Kenapa? Aku hanya takut sahabatku itu
tampil dengan foto-foto yang pernah kulihat di dunia maya saja. Aku memang tak
pernah melihatnya di alam nyata dalam dimensi ruang dan waktu yang sama. Tapi
itu cukup membuatku sedih, ia.. di foto itu tak secantik sebelumnya, ‘tak
secantik’ yang selalu dikatakannya kalau ia cantik. Tentang apa yang kumaksud
‘cantik’ di sini, aku lupa pernah menulisnya di blog sebelumnya apa belum. Tapi
intinya setidak ayu-ayunya seorang Ayu, bagiku ia punya kecantikan sendiri
dibanding gadis-gadis cantik dari berbagai Negara di Gaidai yang belum tahu
atau mengamalkan QS An Nur 31.

Surat

cinta dari Sang Pencipta. Oya, ttg pengguanaan nama Ayu di atas, hehehe.. ini
bukan narsis ato pesimis, hanya sepertinya kata itu bagus untuk
diperulangkan, rimanya dapet! Ayu yang tak Ayu -sekaligus judul cerpen lamaku yang pernah  diketawain temen klubku, “Nulis pengalaman
pribadi ya, Yu?”

Lalu buat apa gelisah ini?

Aku hanya tak rela ia melakukannya –kalau benar ia akan melakukannya,
karena aku pun terlalu takut untuk menanyakannya. Takut syok bila mendengar
jawaban yang tak ingin kudengar. Memang sih itu haknya, apapun yang dilakukan seseorang adalah haknya, kalau benar ia dapet reward,lalu sebagai orang lain kita hanya bisa bertepuk tangan dan menyelamati dari luar arena, sedang kalo salah, kita pun hanya jadi pihak luar yang tak bisa serta merta ikut menderita. Hanya saja, sebagaimana suporter yang tim yg didukungnya melakukan kesalahan -apalagi kesalahan yang seharusnya sangat tidak perlu dilakukan-, tidak bolehkah orang di luar pemain itu ikut sedih, gusar, dan gelisah? Dan belakangan ini aku merasakan gelisah itu.

Semoga saja kegelisahanku tidak terjadi.
Ingin galak seperti
biasanya aku galak, rasanya ga asyik menggalaki dengan perantara jarak dan
waktu. Lagipula aku

kan

ga
galak…, yang bilang aku galak

kan

Cuma Mbak Dudu, Mbak Rara, Pam-pam, Ani berikut beberapa temen-temen KKN se Gersik dan beberapa yang tersebar di sub unit lain (loh, kok banyak ya..)– tapi tetep aja,
itu hanya sebagian kecil dari yang bilang aku baik, suka menolong, tidak
sombong, rajin menabung. (narsis mode*)- karena mereka pasti salah sangka, hahahaha…

Gelisah karena tak tahu bagaimana untuk mengungkapkannya,
seperti tokoh Mita dalam novelku yang banyak melarang ini itu pada sahabatnya dengan alasan
sayang, tetapi tak dimengerti sahabatnya dan Mita pun tak pandai menjelaskannya. Ada banyak perbedaan yang ingin ditemukan dalam sebuah arti damai yang berlainan. Atau ttg
Mita yang merasa umi punya banyak aturan ‘mengharuskan’ padahal beliau tak pernah
memaksakan, atau seperti mantan ketua di salah satu organisasiku yang meskipun bagi
kami kegalakan, kediktatoran, kekejamannya, dan segala kengeriannya yang
ditimbulkannya harus diakui tingkat kredibilitasannya, ia selalu mengatakan
kalau semua kemarahannya adalah bukti sayangnya pada kami, anak-anak buahnya. Biasanya
kalau mendengar pembelaan itu kami selalu tertawa dan berlagak muntah-muntah.
Hahaha.., tenang rasanya karena beliaunya ga akan baca n_n. Ya, karena masing-masing saling tak mengerti yang dirasakan dan dipikirkan yang lain untuk lainnya.

Dari itu semua, aku jadi belajar, bahwa bisa jadi marah, gelisah,
larangan itu justru muncul karena ada rasa eman dan sayang. Jadi bersyukurlah
buat yang pernah kugalakin, hehehe

Dan kurasa itupun yang kini sedang kurasakan. Hanya tak tau
bagaimana cara mengungkapkan.

Ya hanya berbagi gelisah, menulis karena saking tak tahunya
cara mengungkapkan gelisah –kali ini dengan diam, tanpa marah dan dibilang
galak seperti biasanya- walau dengan mencuri waktu menulis novelku yang semakin
mendekati tahun baru semakin dekat detlen sementara hari2 penghujung tahun ada
agenda2 kajian dan silaturahim yang tak ingin kulewatkan.

Jadi harus segera selesai.Yu?

Ah, tiba-tiba kegelisahanku bertambah.

Renungan Malam

Thursday, December 27th, 2007

Pukul 03.08 am. Belum tidur lagi semalaman, bertemankan laptop, mengedit novel ditemani lantunan murattal Ustz. Mathroed dan lagu2nya Iziz, Shoutul Harakah, Mars P**, SP, Yusuf Islam, Ed coustic, yang udah berapa kali diputer bolak-balik. Lalu setelah merasa lapar dan mengobatinya dengan makan pada waktu sahur tanpa diniatkan sebagai sahur, maka akhirnya kupindahkan kursorku dari halaman novel yang semakin mendekati detlen (dari dulu kok detlen terus ga jadi2 to ya, Yu!– ralat, detlen editan ding) ke halaman buat posting blog. Smg ada manfaatnya minimal buat diriku sendiri. Bagian dari renungan malam, rangkaian shalat tahajud (klo ga tidur namanya bukan tahajud ya..) error mode*

Hanya ingin menulis terjemahan sebuah surat, dengan kalimat2 yang disesuaikan konteks titik komanya. Semoga dengan ini bisa lebih menghayati maknanya.

Dengan nama Allah yang Maha Pengasih Maha Penyayang.

Apabila kiamat, hari yang tak dapat disangkal itu terjadi. Maka pada hari itu akan ada segolongan manusia yang direndahkan, dan juga ada yang ditinggikan. Bumi pun digoncangkan sedasyat-dasyatnya, lalu gunung-gunung dihancurkan sehancur-hancurnya hingga menjadi debu yang beterbangan.

Kemudian manusia dibagi menjadi tiga golongan. Yaitu golongan kanan yang ah.., betapa mulianya kalian. Ada juga golongan kiri yang saat itu menjadi begitu sengsara. Dan yang ketiga adalah golongan yang paling dahulu beriman diantara manusia, merekalah yang akan masuk surga pertama. Mereka itu adalah orang-orang yang dekat pada Allah dan berada di surga yang penuh kenikmatan. Sebagian besar dari mereka adalah orang-orang terdahulu dan sebagian kecilnya adalah orang2 kemudian. Mereka berada di atas dipan2 yang bertahtakan emas dan permata, bersandar di dipan2 itu dan berhadapan-hadapan (wah.., mungkin ini yang dimaksud leyeh-leyeh di surga ya. Makanya umi dulu enggak gitu suka kita tidur-tiduran utk bermalas-malasan, sambil bilang istirahat itu di surga, Nak!). Mereka dikelilingi anak-anak muda yang tetap muda yang membawa gelas, cerek, dan sloki yang berisi minuman dari air yang mengalir.(pasti mereka juga cakep2 dan cantik2 ya, pemandangan yang enak dilihat..), minuman itu enak tp sama sekali ga membuat pening dan mabuk. Ada juga berbagai macam buah-buahan yang bebas dipilih, juga daging burung apapun yang disukai boleh dimakan. (cerita umi, kalo ada burung terbang di surga trs tiba2 kita laper dan pingin memakannya, itu burng langsung jatuh dan terhidang sebagai masakan enak siap makan, wah..)
Serta ada bidadari-bidadari yang bermata indah laksana mutiara yang tersimpan baik, ga pernah disentuh orang dan tak pernah ngecengin cowok lain sebelumnya (dan wanita dunia yang sholihat akan jadi ratu bidadari surga, memimpin 72 bidadari surga. Subhanallah ya.., 72 kaya apa ya? padahal satu bidadari aja kabarnya bisa membuat satu dunia klepek-klepek..)

Sekedar tambahan, Rasulullah   Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam menggambarkan bidadari surga dalam hadistnya,
” … seandainya salah seorang wanita penduduk Surga menengok penduduk
bumi niscaya dia akan menyinari antara keduanya (penduduk Surga dan
penduduk bumi) dan akan memenuhinya bau wangi-wangian. Dan setengah
dari kerudung wanita Surga yang ada di kepalanya itu lebih baik
daripada dunia dan isinya.” (HR. Bukhari dari Anas bin Malik
radliyallahu ‘anhu)

Semua kenikmatan itu sebagai balasan atas apa yang telah mereka kerjakan di dunia.
Di surga yang diperuntukkan golngan ini, tidak ada percakapan yang sia-sia ataupun menimbulkan dosa, yang ada hanya saling mengucap salam kedamaian.
Aih.., aih.., senangnya…………….

Dan untuk golongan kanan yang mulia
Mereka berada di antara pohon bidara yang tidak berduri dan pohon pisang yang bersusun-susun buahnya dengan naungan yang terbentang luas. Serta ada air yang mengalir terus menerus. Juga ada buah-buahan yang banyak, yang tidak berhenti berbuah dan tidak terlarang mengambilnya. Cerita umi lagi, klo pingin buah apa dalam hati gitu.., tar dahan buah ybs akan menjulur ke depan orang sholih tersebut, silakan ambil, Ah.. senang!
Ada kasur2 yang tebal dan empuk juga beserta bidadari-bidadari yang diciptakan secara langsung, belum tercemar sama sekali.., blm pernah disentuh dan menyentuh orang lain selain kita, masih perawan, penuh cinta dan sebaya umurnya.
Semua itu untuk golongan kanan, yang terdiri dari sebagian besar orang2 terdahulu dan sebagian besar orang2 kemudian
(meskipun dibilang sebagian besar, masih bisa ga ya masuk kriteria ini.. pingin….)

Dan tentang golongan kiri, betapa sengsaranya mereka.
mereka berada dalam siksaan angin yang sangat panas dan air yang mendidih  ( ya Allah lindungi kami dari adzab ini..)
Dan dinaungi asap yang hitam mengerikan yang sama sekali tidak sejuk dan tidak menyenangkan (Allah.., selamatkan kami)
Sesungguhnya dulu mereka hidup bermewah-mewahan di dunia (hix.., aku merasa hidup mewah ik, smg tidak termasuk golongan ini!! - makanya infak, Yu! infak!!)
Dan mereka terus menerus melakukan dosa yang besar, seraya berkata "apabila kami sudah mati, menjadi tanah dan tulang belulang, apakah kami akan dibangkitkan kembali? APakah nenek moyang kita dulu juga dibangkitkan kembali"
Jawabannya, Ya, orang2 dulu dan kemudian semua dibangkitkan. Jadi inget cerita abi dan umi lagi. Klo dah dibangkitkan, maka akan dihisap berdasarkan kekayaannya, sebagian banyak kekayaannya semakin lama hisabnya, ditanyain satu-satu, punya sepatu banyak, ditanya sepatu ini buat apa, yang itu buat apa? aduh.., kok tanganku nulis sepatu ya? sepatuku kan banyak, tar klo ditanya???
Semuanya akan dikumpulkan pada hari perhitungan.

Orang2 golongan kiri itu pasti akan makan pohon zaqqum sampai perutnya penuh, yaitu pohon di neraka yang klo memakannya akan mengakibatkan derita yang luar biasa. (Ya Allah.., aku yang banyak dosa ini juga enggak pingin masuk neraka..)
serelah itu akan meminum air yang sangat panas, meskipun panas, tetap saja mereka akan meminumnya seperti unta yang sangat kehausan
Itulah hidangan untuk mereka pada hari pembalasan.

Ya Allah.., sungguh semua ini adalah janjimu yang benar, yang akan terjadi suatu hari nanti. Di mana aku hanya bisa mengharap perlindunganMu.
Iyyaka na’budu wa iyyaka nashta’in
Juga mengharap syafaat Rasulullah…
Ya Allah, diri ini sering lupa. sekarang menulis ini, tapi kemudian lupa untuk beribadah sungguh2. Semoga ini bisa terhitung sebagai usaha untuk mengingat akan adanya hari pembalasan itu.
Agar diri ini serius menggapai janji-janji indah untuk golongan kanan dan berusaha menjauhi segala indikasi golokan kiri.

Ya Allah ampunilah aku dan balaslah orang2 yang telah berbuat baik padaku, menunjukkan jalan menuju kepadaMu

Menjelang subuh

Umar dan kebunnya

Wednesday, December 26th, 2007

Pernah dengar kisah Umar bin Khatab dengan kebunnya? ya, pada suatu hari Umar ketinggalan shalat ashar jamaah karena sedang asyik dengan kebunnya. Beliau sangat sedih dan menyesal karena kehilangan shalat satu shalat jamaah (ada cerita lain yang mengatakan klo ketinggalan shalat jamaah 1 rakaat itu lebih rugi daripada kehilangan 40.000 ekor unta, wow!) dan kesedihan itu yang kemudian mengantarkannya untuk menyedekahkan kebun yang melalaikannya itu.
ah ah ah.., jadi merasa bersalah, sedih dengan kehilangan kesempatan salat jamaah, dan jadi mikir, klo ku masih sibuk sama laptop waktu azan berkumandang, apa aku juga perlu menyedekahkan laptopku ya.. oh..
Ya begitulah umar. Subhanallah ya..
Aku suka cerita umar dan abu bakar, apalagi ttg saingan fastabiqul khairatnya mereka. Keren banget dah. Masih ada juga Ali bin Abi Thalib dan Usman bin Affan.
Abu Bakar yang selalu unggul dalam persaingan amal dgn sahabat2, Umar yang keras tapi lembut, Usman yang dermawan, Ali yang cerdas.

Klo pingin dapet suami kaya Ali bin Abi Thalib harus seshalihat Fatimah ya.., aduh.. masih jaauuuhh buaaanget, klo pingin ketemu yang sebijak Umar dan Abu Bakar, uhm….kok malah ngomongin ini sih.

Udah lewat tengah malem lagi, tidak ngantuk sama sekali. ga tidur karena bentar lagi subuh.

Berharap bisa masuk dalam golongan penerus mereka.

Party

Tuesday, December 25th, 2007

Kenapa ya orang Jepang suka party? kata Mbak Desi, ini adalah bentuk keseimbangan hidup orang Jepang. Kerja kerasnya beneran, hura-huranya juga beneran. Seimbang!
Tapi sungguh, ku lagi bosan sama party

Malam ini harusnya aku datang ke party. Ryuugakusei party diundang sama hostfamnya senpai. Dari awal males banget utk datang tp ga punya alasan pasti untuk menolak. Enggak enak klo ga dateng.
Tapi sungguh, aku lagi tak suka party. Meski beberapa hari yang lalu aku sempat posting ttg hura-hura, bahwa kita memang perlu sesekali hura-hura, aku baru sadar klo aku memang bukan tipe penyuka hura-hura. Sesekali boleh, itupun sepanjang aku lagi mood dan bentuk main2nya menyenangkan. Karena sehari setelah aku posting ttg hura-hura itu, besoknya aku bete berat waktu nemenin temen Laos dan China belanja. Aku suka rencana yang jelas. Dan sempat syok juga waktu tau mereka mengajakku jalan2 tanpa tau mau kemana setelah itu. Ya jalan2 aja gitu.. aduh…! Alhasil kala mereka berteriak senang menemukan toko yang akan dikunjungi, aku dan Dini hanya nunggu di luar sampe mereka selesai melihat2. Karena kehilangan jejak, akhirnya misah sendiri2.

Oya, kembali ke party. AKu memutuskan ga suka party lagi karena takut salah makan. Dicurigai di party terakhir aku enggak sengaja makan makanan yang mengandung daging bagi. Oh.., no… baru tahu setelah dini bilang klo makanan jenis ini mengandung babi dan aku tadi sudah memakannya. Kucoba muntahin apa yang kumakan, Hamidah pernah melakukannya, jadi seharusnya aku pun bisa. Agar yang haram tidak tumbuh jadi daging. Ya Allah ampunilah..
Aduh, semoga aku ga banyak salah makan ya selama di Jepang. Kangennya melihat label halal MUI.
Lebih baik hati2 dan ga asal makan karena pingin. Kata umi, "apa sih susahnya ga makan ‘ini’? berhati-hati, jaga2 agar terhindar dari yang haram akan jauh lebih baik."
Klo susah menghafal Qur’an bisa jadi karena ada makanan yang haram.
Klo susah belajar, bisa jadi juga karena ada makanan yang haram
Klo doanya ga kekabul, bisa jadi ada makanan yang haram
Klo hatinya keras, susah dengerin nasihat ato ngikutin kebaikan, bisa jadi karena ada makanan yang haram.
Yang namanya haram, pasti ujungnya ketidakbaikan… Jadi enggak ada alasan untuk tidak berkompromi dengan apapun yang haram, ato syubhat, yang ga jelas dan mendekati haram.
Ya Allah.., peliharalah kami dari segala sesuatu yang haram.

Susahnya aku kan ga enakan sama orang, klo ditawarin enggak enak klo nolak. Tapi ga boleh gitu ah, buat apa enggak enak sama manusia, mencari ridho manusia kalo itu bikin Allah ga ridho sama kita. Ayo…, kuatkan tekad.

Alhamdulillah akhirnya aku punya alasan utk ga dateng party, ketiduran, hehehe. Sebenernya udah bangun, tp setelah solat dan siap2 aku sadar bahwa klopun berangkat akan telat banget. Malu kan klo sampe sana langsung pas acara makan dan apalagi klo salah makan lagi. Oh tidak!!! itu mimpi buruk.

udah ah, mau baca novel dulu. Bentar lagi harus selesai. Dan kurasa, masih banyak yang perlu diedit di novelku, diubah, dipotong, diganti. Malu juga lama ga nulis cerpen, padahal dah memenangkan FLP Yogya award sebagai penulis terpuji. Memalukan…! (tuh kan kembali aku mengumumkan hal memalukan di blog). Tapi Ada indikasi dulu aku dapet award itu karena kebetulan berkuasa jadi PJ roadshow FLP plus cs-annya mbak desi yang nentuin penerima award, hehehe.

Terakhir, klo boleh saran ke orang2 yang tinggal di Indonesia, carilah label halal MUI selagi bisa. Percayalah, yang halal jauh lebih berkah.

Senangnya jadi orang Indonesia

Tuesday, December 25th, 2007

        Belum mengantuk juga. Sudah lewat tengah malam. Pukul 12.20
am. Kenapa jadi ga ngantukan ya? Padahal dulu gaya Jepang banget, tidur di mana2, di kelas ok, di tumpukan buku oke, di senderan dinding oke, gampang banget tidur. Bahkan jarang tidur di proper place, hehehe. Sekarang sudah berada di tempat yang benar utk tidur, malah susah tidur. Ternyata ga cuma aku yang belakangan mengalami susah tidur.
         Tadi ngobrol sama Hamidah ttg ketidakngantukan
kita di musim dingin ini. Ya, malem ini nginep di tempat Hamidah, temen DS yang
duluan ke Jepang. Senangnya bisa salat jamaah lagi dan murajaah setelah solat,
trus ngobrol ttg banyak hal, ttg DS, ttg hidup kita di Jepang, ttg orang2 dari
berbagai Negara, hingga akhirnya membahas ttg sulitnya tidur setelah
berpuluh-puluh menit mencoba tidur dan tak berhasil. Menurut analisa Hamidah,
kita sulit tidur karena stress. Stress? Benarkah? Perasaaan nggak juga sih.
Tapi katanya lagi orang2 skandinavia saat musim dingin banyak yang stress.

How come?

Katanya
gelap bisa membuat stress. Dan musim dingin berarti waktu gelap lebih lama, dan
itu yang bikin kita stress. Beda kalau matahari bersinar, itu bisa mencegah
stress.

Di balik
benar atau tidaknya alasan itu. Kami sampai pada satu kesimpulan. Betapa
indahnya Indonesia.
Kalau di bagian bumi yang lebih utara, dingin akan terasa sangat dingin.
Katanya di Jerman bisa nyampe -40C. “Wah, bisa mati aku!” Teriak Hamidah. Di
Jepang juga musim panasnya enggak enak, panas banget, berkeringat! “Sepanas-panasnya Indonesia, masih panasan
Jepang pas musim panas. Apalagi di daerah Kyushu. Tahun kemarin
aku ke sana puuanass banget!”

Subhanallah
Indonesia itu,
panas dan siangnya seimbang, 12 jam x 2. waktu sholat juga relative stabil.
Tanahnya subur kaya makmur. Apa aja yang ditanem bisa tumbuh. Kita bisa melanggar aturan di manapun, hehehe.
Kupikir, Belanda, Jepang, Inggris, Amerika sangat rasional klo mereka ingin menjajah Indonesia. Banyak kepentingan yang bisa didapatkan di negeri anugrah Allah ini.
Aku juga merasa bersyukur dilahirkan jadi orang Indonesia, paling tidak, aku bisa dilahirkan dengan kondisi Islam (negera dgn penduduk islam terbesar di dunia kan?), dan diperkenalkan plus hidup dgn budaya yang sopan. Kupikir itu suatu keberuntungan karena sampe sekarang ku masih berpikir betapa tidak sopannya orang2 bule yang suka ngacung pake tangan kiri, trus ga ewuh pekewuh buat makan di kelas pas pelajaran, ga kenal ato jarang basa-basi dalam pergaulan. Pakaiannya aneh2, mungkin orang2 bule berpakain serba terbuka itu bukan murni karena keinginannya kali ya.., tp bentuk dari sebuah kultur, kebiasaan dari semua orang kemudian ditirunya, tanpa berpikir itu bagus apa enggak. Apa bagusnya buka2 aurat coba? Alhamdulillah aku tidak lahir di budaya yang seperti itu. Aku senang jadi orang Indonesia…

           "Btw, kamu
kangen Indonesia ga, Yu?"

            "Kangen,
kangen DS juga"
            Sebelumnya Maaf buat yang sering baca blog-ku dan bosen membaca betapa seringnya aku menulis DS, titik kecil di Yogya  dengan plang nama Darush Shalihat. Rumahnya orang-orang shalihat. Ini juga yang membuatku berpikir utk berhenti nulis blog. Klo ku nulis blog, rasanya ga ada hal lain yang kutulis selain ttg DS, kangen lah, apa lah, semua hal akan dihubungkan dgn DS. Terlanjur cinta je.. Dan kupikir, siapapun yang pernah tinggal di sana, juga tak akan mudah melupakannya.

            Lalu
berlanjutlah obrolan kami ttg DS. Ngobrol sambil nulis novel ttg DS dan Hamidah
juga sambil nonton tv yang sekali-kali dinyalakan, dimatikan, lalu dinyalakan lagi.

            Dalam novelku, kukatakan DS itu utopia, benarkah?

Besok aja
deh bahasnya. Ngantuk. Akhirnya aku mengantuk juga. Semoga besok bisa bangun
sebelum azan subuh.

Apato Hamidah,

12.30 am

Dara-dara

Saturday, December 22nd, 2007

Ngapain ya? kayanya kurang kerjaan banget tiap hari buka FS dan nulis blog yang ga penting2 gini. Lama2 bosen juga, dan semakin lama menulis blog di FS aku semakin merasa ga punya rahasia, semuanya kutulis tanpa berpikir mana yang perlu dirahasiakan mana yang enggak. Termasuk akhirnya mbak desi membaca apa yang kutulis :((

Padahal masih banyak yang harus dikerjain, novel belum diedit, belum bikin tugas, belum ngrapiin kamar, parah…, smg ga cuma dara-dara seharian.
SUdah harus mulai ngedit novel lagi, daripada bengong dan dilanda kangen plus ngerjain hal2 ga penting. Termasuk nulis blog ini. Ya, anyway, aku dah melaksanakan tugas menulis tiap hari.

23 Des 07
Hari yang tak boleh dilewatkan dengan bermalas-malasan

Mother’s day

Friday, December 21st, 2007

Lima belas menit
menjelang hari ibu. Masih pada hari ulang tahun ibuku.

Barakallah mi.., semoga Allah memberikan banyak kebaikan
untukmu, melindungimu, dan mencintaimu dengan sebaik-baik cintaNya.

Maaf…, tahun ini sekali lagi aku tak pulang dan menciummu di
hari ulang tahunmu.

Apa ya yang bisa kulakukan di hari ulang tahun ibuku tahun
ini? Tadinya mau bikin kue dan fotonya dikirim ke rumah…, ini hadiah ulang
tahun yang tak bisa dikirim ke rumah, hehehe.. tapi enggak jadi, enggak pede
sama hasilnya. Mau ngirim kado, enggak tau apa yang mau dikirim. Akhirnya
kuputuskan untuk membuat nasi kuning (instant) buat makan malam, soalnya
katanya hari ini ibuku juga masak nasi kuning, jadi biar serasa makan bareng di
rumah, hehehe. Tadi pagi jalan2 terus belanja, nemu tas bagus dan langsung
inget ibuku, beliau suka banget nitip dibeliin tas kalau di luar negeri, dan
entah sudah berapa tas yang kubeli selama delapan puluh hariku di Tokyo,
yang semuanya selalu kubilang buat ibuku, hehehe. Miss Kaban. Dan karena besok
ada yang mau pulang ke Indonesia,
jadi terpikir buat nitip tas itu buat kado ulang tahun ibuku.

Merasa bersalah karena selama ini yang sering kurindukan
adalah DS, temen2, kehidupanku di Yogya, dll, dsb, dst. Padahal ada seseorang
yang setiap hari pastilah sangat merindukanku (GR yo ben ah- insyaAllah bener),
yaitu ibuku. Jadi sadar, itu mungkin tak begitu terasakan karena aku telah
melewatkan banyak waktu tanpa ada di sampingnya. Dua tahun di DS membuatku
hanya pulang sebulan sekali, itupun di rumah tak sampai 24 jam, numpang tidur
aja, lalu masih sibuk sendiri, dan umi pun sibuk juga di dapur buat masak
masakan yang bisa kubawa dan kumakan di Yogya, bersama temen2 DS-ku. Merasa
bersalah karena dulu aku sering tak pulang dan menganggap banyak hal2 lain yang
lebih penting dari pulang ke rumah, menemani ibuku, menyapanya, memijatnya,
mendengarkan ceritanya, dan menghabiskan waktu bersamanya. Padahal dulu Septi
dan Anna selalu memarahiku (bukan marah ding.., hanya menyarankan dengan
sangat) agar aku pulang ke Semarang lebih sering lagi, karena aku termasuk orang yang terlalu betah di DS, Yogya,
jarang banget pulang untuk ukuran orang yang bisa pulang dalam 3-4 jam
perjalanan. Padahal temen2 se DS seneng kalo aku pulang, karena berarti kalo
kembali ke DS ada capcai kuah buatan ibuku yang terkenal enak di perjabalan
Darush Shalihat (dan di sini ku belum berhasil juga membuat capcai, hehehe)

Tapi ibuku begitu sabar, tak terlalu menuntut meski
sebenarnya ku tahu beliau kangen berat pada anaknya, tahu dari
teriakan-teriakan sayangnya dari telepon (wah.., kangen sama mbak ika, mbak
rara, temen2 DS yang selalu tau kalau aku adalah orang terheboh kalo lagi
ngobrol di telepon sama uminya.). ah.., merasa bersalah, dan sekarang rasanya
aku pingin pulang dan memelukmu erat, mi…

Umi yang sifatnya banyak menurun padaku, yang dulu begitu
bersemangat mengeja huruf-huruf Quran, dan sekarang sudah lancer sekali
bacanya, rajin bertanya dan minta diajarkan ttg segala yang kudapatkan di DS,
sering bertanya sampai mana hafalan Qur’anku dan berharap aku- dan semua
anaknya jadi anak2 yang sholihat, yang sewaktu aku masih SD sampe sekarangpun,
selalu berusaha untuk hadir di setiap agenda2 pentingku, yang terakhir
bersikeras mengantarkanku sampe bandara –meski sebelumnya aku yang keras kepala
dan sok dewasa ini, selalu merasa akan baik2 aja tanpa diantar olehnya sampai
bandara. Maaf ya, mi…, dulu ku hanya takut terlalu sedih menerima kenyataan
bahwa harus berada jauh darimu L. Juga dulu aku tak kunjung pulang ke

Semarang

karena ingin berlama2 merasakan ramadhan di Yogya, padahal umi sudah berkali2
menyuruh pulang karena memang sudah enggak ada kuliah. Maaf mi… Mungkin setelah
pulang nanti aku harus lebih lama berada di rumah bersamamu…, tinggal skripsi
aja kok. Sebelum S2, sebelum bekerja, sebelum… Tiba2 aku jadi takut tak bisa
berlama2 menikmati hari bersamamu

Sekarang sudah lewat tengah malem, sudah berganti hari jadi
22 Desember, hari ibu. Selamat ulang tahun dan selamat hari ibu, mi..

Ibuku memang paling baik… di dunia.

Luv u so much

Dengan air mata bercucuran sambil dengerin lagu Your
Mothernya Yusuf Islam. Thank U Allah for my mother…

Hura-hura

Thursday, December 20th, 2007

Hari ini Idul Adha, tapi malah hura-hura seharian.
Sebenarnya bukan hura-hura sih, kesannya terlalu gimana.. gitu, lebih tepatnya
sih Cuma main seharian sama anak-anak kelas 100, Wahib san, Andres san, Sandra,
Voleak, Taku, Himmi dan Ahmad san. Paginya shalat di Masjid Turki

Tokyo

.
Mungkin lebih terasa

Indonesia

kalo salat di SRIT, tapi kayanya perlu juga cari pengalaman di tempat lain.
Isinya kebanyakan orang arab. Setelah salat makan dulu di

sana

,
habis itu ke Shinjuku bareng wahib san cs yang salat ied dua kali (kemaren dan
hari ini) dan ketemuan sama anak 100 yang lain. Kita akan main bowling
sodara-sodara! Hehehe. Sebenarnya ga yakin mau ikutan main, tp ga papa lah
sekali-kali, buat keakraban ma temen2 dan seumur hidup nyoba seperti apa sih main
bowling…

Berhubung aku memang tak bisa berolahraga dengan baik dan
benar… (raport ato

surat

lulus
waktu SMP, aku dapet nilai 5 buat pelajaran olahraga… memalukan!).. maka ga
aneh klo skorku jadi yang paling buruk dan bolaku masuk gutter terus, hehehe.
Anyway omoshirokatta, sangat menyenangkan. Jadi tambah akrab sama temen2.
Lagipula setelah itu kita solat ashar berjamaah di

sana

,
wahib san, Andres san, Himmi dan aku, di sembarang tempat di Jepang, hehehe.
Kata temen, salat jamaah di tempat umum di Jepang adalah keberanian dan
kenekatan yang luar biasa, tapi ya.. kita sudah melakukannya…Habis itu makan
tendon sambil ngobrol2. Ahmad san nolak minum di Mc D, boikot! Wah.., keren…,
emang seharusnya begitu

kan

.

Habis itu pulang deh…, dan sebelum pisah, Andres ngasi
hadiah buat kita semua. Taku ngucapin met natal buat temen2, tp dia nanya dulu,
boleh ga ngucapin met natal ke aku…, oya, taku juga yang semangat ngajak makan
bareng di restoran halal, biar aku bisa ikut dating dan makan bareng mereka coz
selama ini ku jarang makan bareng di syokudo. Wah, senangnya… Ya, kesan hari
ini menyenangkan sekali. Jadi merasa bahwa kita bersahabat, kita deket, dan
akan sedih bila nanti akan berpisah (delapan bulan lagi..)

Kemarennya juga habis makan malem bareng di restoran

India

yang insyaAllah halal, ngobrol banyak…, habis itu masih ke kisaten, dan pulang
jam 12 malam.

Bersama mereka aku jadi merasakan mungkin seperti ini cara
bertemannya kebanyakan temanku dulu. Hahaha.. dulu jarang gaul sih…, sibuk!
Makanya ga deket sama anak2 HI. Maaf ya…, ga pernah duduk lama di lobi buat
ngobrol apa aja, ato sekedar ngompol (ngomongin politik), ato makan bareng di
kantin, jarang….. banget, hampir ga pernah malah.

Begitupun sama temen2 yang lain, temen PH FLP,
kebersamaannya paling saat rapat PH yang ga lama dan sibuk ngomongin banyak
hal, forum, ngurus ini itu, seberapapun santainya di kepala kita masih
terkandung pragmatisme.., aku butuh utk ngurus ini darinya, ato ngurus itu,
dll. Hampir tak pernah kita jalan bareng utk jalan2 dan melupakan sama sekali
tugas2, amanah, keterkaitan tugas antar PH, staf lalu ngobrol santai tanpa
membicarakan pekerjaan. Begitupun dengan temen2 DS, semua sibuk, semua punya
amanah, klo ga sibuk, masih ada tugas2 lain, tilawah, menghafal, dll yang jadi ajang
perlombaan di antara kita, fastabiqul khairat, jadi jarang juga bisa melewatkan
waktu bersama buat ngobrol, main sebagai teman. Dari dulu rencana foto box
bareng sama amah Ika dan amah Endang Cuma jadi rencana. Janji makan bareng sama
Anna dan foto trio JN juga ga kesampaian. Ya…, sibuk!

Mungkin temen main2ku itu ya, mbak desi…, meski sebenarnya
main2 kita ga murni lepas dari tugas FLP, tapi itu cukup menyenangkan dan
akhirnya kita pun bisa cukup akrab. Aku merindukannya… (semoga mbak desi ga baca, hehehe).

Tapi hari ini aku merasa, semua itu mungkin perlu untuk kita
lakukan. Kegiatan ga penting yang juga penting. Mendekatkan hati dan mengukir
kenangan persahabatan. Dan kupikir, klo tar aku pulang, aku perlu melakukan hal2
ga penting itu dengan sahabat-sahabatku.

Hidup ini sebentar, mungkin hanya sehari atau setengah hari.
Kadang berpikir klo waktu yang Cuma sebentar itu buat main2 ga jelas, pasti
sayang… Tapi, sekarang aku berpikir, mungkin memang perlu sekali dua kali main2 untuk
mendekatkan hati, lalu kita bekerja dan berjamaah dengan lebih baik. charge semangat!

Seperti kata Raihan, berhibur tiada salahnya.. karena
hiburan itu indah. Hanya pa bila salah memilihnya, membuat kita jadi bersalah…

Ok, berhibur dan berlibur, yuk… fuyu yasumi!!!

Buat temen2 kelas 100-ku, smg masa2 pendek kita di negeri
sakura ini bisa jadi kenangan berharga dalam hidup kita, dan semoga aku bisa
menunjukkan sisi indah islam pada kalian, hingga suatu hari nanti kalian pun
akan merasakannya…

Buat temen2 Yogya,

Semarang

,
ayo, maen…!!!