|
Mau sedikit bercerita tentang perjalanan menulis novelku.
-
Sampai hari ini, calon novelku baru nyampe sekitar 75 halaman dari batas
minimal 150 halaman yang disyaratkan buat ikut LOVE FLP. Kecintaanku pada FLP
yang cocok dengan namanya itu bikin jadi pingin ikut acara ini. Itu dengan
catatan harus selesai paling lambat minggu ke empat Mei lalu membujuk pengurus
FLP Jepang untuk memberikan rekomendasi buat novel setting Jepangku ini, dan
sekali lagi meminta Mba Desi mengeprintkan dan mengirimkannya, hehehe.
-
Sepertinya aku lebih cocok bekerja di bawah detlen. Jadi semangat (uhm..,
tepatnya sedikit lebih semangat dari sebelumnya yang tidak semangat nulis).
Kalau enggak ada detlennya, sepertinya sulit juga untuk nyelesein sebuah novel
dengan cepat dan semangat. Novel pertamaku akhirnya baru selesai hampir dua
tahun dari pertama kali mulai bab pertama.
-
Dulu pernah janji pada diri sendiri untuk bisa bikin satu buku lagi
sebelum pulang, maka tidak ada pilihan lain selain ngebut novel ini. Karena
memang sebentar lagi mau pulang, maka memang harus segera diselesaikan.
-
Kalau aku enggak segera menyelesaikannya juga, bisa-bisa aku enggak
mulai-mulai mengerjakan skripsi. Skripsi.., maafkan aku! Suka terganggu
pikirannya kalau ada hal lain yang belum selesai.
-
Skripsi…!, aku ingin segera bertemu denganmu… Kalau perlu segera
pendadaran dan lulus tanpa perlu ngulang kuliah lagi.
Amin…
Masalahnya, keinginan untuk menyelesaikan novel ini ternyata diuji oleh
berbagai halangan dan rintangan.
- Kalau lagi jauh sama laptop, selalu kepikiran mau menghabiskan waktu
untuk menulis, menulis, dan segera menyelesaikannya. Ide-ide cerita bermunculan,
setting waktu dan tempat sampai gugurnya kelopak-kelopak sakura pun menggoda
untuk segera dituliskan. Sayangnya, kalau sudah sampai di kamar, menyalakan
laptop, seringnya semangat itu menguap entah kemana.
- Connect internet mengganggu? sedikit banyak sih, soalnya aku tipe
ga mudah konsen. Ada imel masuk jadi tertarik baca. Ada yang nyapa di YM jadi
ngobrol. Kalau bosen nulis, buka-buka FS dan MP, lalu baca blog-blog orang lain.
Kalau nyari data buat melengkapi tulisan, sering jadi tergoda buka halaman lain,
kadang juga jenuh sekali enggak kepikir nulis satu kalimatpun. Hingga akhirnya
setelah liat jam, ternyata sudah malam dan baru menghasilkan satu atau dua
halaman. Duh.. Tapi kalau enggak connect? Kayanya sepi juga..
- YM, YM-ku selalu menyala, meski kadang terganggu tapi dengan adanya YM
aku jadi merasa punya temen, enggak cuma sendirian di sekotak kamarku ini.
Apalagi kemarin sempet nanya-nanya ke temen tentang pendapatnya seandainya jadi
tokohku, lalu tanya temen yang lama di Jepang tentang kebiasaan di Jepang, minta
diterjemahin bahasa Jepang juga, hehehe. Tapi kadang aku enggak adil juga, suka
mengganggu orang di YM tapi ga suka kalau diganggu. Paling enggak suka sama yang
namanya nge-Buzz dan di-buzz kecuali sama yang sudah bener-bener deket dalam
dunia per-YM-an.
Ternyata bener ya, yang membedakanku dengan penulis beneran yang punya
banyak karya itu adalah kesabarannya. Nulis itu butuh kesabaran, butuh semangat
yang benar, buat dakwah, buat nyebar kebaikan, buat dapet pahala yang banyak,
kalau niatnya bener, pasti jadi lebih semangat.
Tadi sempet terpetik semangat karena nulis fenomena di Jepang yang
menyedihkan, banyak muslim yang ga shalat, tiap hari ketemu sama temen sekelasku
yang muslim tetapi selalu bangga mengatakan bahwa minuman favoritnya sake,
makanan favoritnya tongatsu dan gyudon, dan pekerjaan favoritnya ngedate, duh!!!
Padahal dia arabiago native speaker. Itu orang-orang arab kan enak, bisa baca
qur’an sekalian tahu artinya dan gampang ngapalinnya. Ih!! Ga tau apa ada yang
susah banget belajar bahasa Arab. Loh, kok jadi marah2! Tapi sekarang ga mau
belajar dulu soalnya nanti setengah-setengah sama belajar bahasa Jepang, nanti
malah ga masuk satupun. .
Ayo semangat!! Tapi besok aja deh, sekarang tidur aja. Sudah larut malam
dan belum ngerjain pe er yang buat besok.
Besok, nulis lagi, perjuangan masih panjang, dan skripsi sudah tak sabar
untuk disentuh. Ganbarou!
|