Sisi Lain
beragam
Setelah kemarin terkejut dengan teman yang mengatakan aku begitu
muda dari usiaku yang sesungguhnya. Kebalikan sama komentar sebelum-sebelumnya
yang hampir selalu menganggapku lebih tua dari aslinya (bukan tua ding, tapi
tampak dewasa, hehe). Tadi, setelah berkenalan dengan seseorang di masjid,
beliau bertanya
"Dari Yogya ya, mbak?"
Aku langsung mengangguk. Meski aku
bukan orang Yogya, cuma numpang kuliah, belajar tentang hidup, dan mengukir
mimpi di sana, tapi sudah merasa orang Yogya aja. "Kok bisa tahu kalau aku orang
Yogya, mbak?" apa mungkin aura rindu Yogyaku sampai bisa terbaca
olehnya?
"Habis kalem sih, jadi kukira orang Yogya."
Eh, kalem ya?
Kalaupun memang bener kalem, apa itu bisa diidentikkan dengan Yogya ya?
Jadi
inget, temen-temenku banyak yang menolak mentah-mentah dan mengeluarkan segala
ekspresi wajah tidak setuju kalau aku iseng bilang, "iya, aku kan kalem dan
pendiam…"
"Apa? Ayu kalem? kalempit-lempit kali…"
Mungkin kita punya
banyak sisi lain ya..
Dan biarlah orang menilai kita apapun,
asalkan
seperti apapun diri kita, tetep jadi orang yang bermanfaat buat orang lain, yang
kehadirannya menyenangkan, bukan bikin hati gerah dan ga
nyaman
Semoga